3.1.a.8. Koneksi
Antarmateri - Modul 3.1
Subhan Munawar-SMAN
109 Jakarta
CGP Angkatan 5
1.
Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara
dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan
keputusan sebagai seorang pemimpin?
keputusan-keputusan yang diambil seorang
pemimpin yang meletakkan kepentingan murid sebagai yang utama seiring dengan
filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar
Dewantara bahwa Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada
anak-anak, agar mereka sebagai manusia maupun anggota masyarakat dapat mencapai
keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, dengan berbekal karakter
yang mulia. Sebagai seorang pemimpin seyogyanya mengambil
keputusan agar tercipata suasana lingkungan sekolah yang memfasilitasi murid di sekolah sepanjang
hariyang menuntun mereka untuk mencapai
kodratnya, membimbing mereka agar dapat mengeksplorasi
dan mengaktualisasikan seluruh potensi dalam dirinya setinggi- tingginya, baik sebagai manusia maupun
sebagai anggota masyarakat, hingga dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaannyak.
Karena setiap anak
adalah unik dan memiliki kodratnya masing-masing. Tugas kita sebagai guru
adalah menyediakan lingkungan belajar yang memungkinkan setiap anak untuk dapat
tumbuh dan berkembang secara maksimal sesuai dengan kodratnya masing-masing,
dan memastikan bahwa dalam prosesnya, anak-anak tersebut merasa selamat dan
bahagia, melalui pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai
seorang pemimpin.
2.
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri
kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan
suatu keputusan?
Salah satu nilai dan peran guru penggerak
adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, Guru Penggerak yang
memiliki nilai ini, akan selalu mengambil suatu keputusan yang mendahulukan muridnya, seperti: “apa yang murid butuhkan?”, “apa
yang bisa saya lakukan agar suasana belajar dan proses pembelajaran di sekolah ini
lebih baik?”, “bagaimana saya dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak
untuk mewujudkan dunia yang mereka idamkan,
3.
Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan
dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau
fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian
pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan
tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas
pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh
sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
Pengambilan keputusan sangat berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) karean berlatih membangun komunikasi yang empatik dan memberdayakan semua stake
holder dengan mengambil keputusan dalam membuat perubahan strategis yang mampu
menggerakan komunitas sekolah pada ekosistem belajar , yang sejalan dengan
semangat Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas kurikulum (standar
isi-standar proses-standar penilaian) yang bermakna dan kualitas sumber daya
guru dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid
pada Satuan Pendidikan di sekolah dan daerah Anda. Dalam proses pengambilan keputusan, keterampilan coaching, karena keterampilan ini membekali
seorang guru untuk menjadi coach bagi
dirinya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat
berbagai opsi solusi sehingga dapat mengambil
keputusan dengan baik.
4.
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan
menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu
keputusan khususnya masalah dilema etika?
Untuk mengambil keputusan
yang bertanggung jawab, diperlukan kompetensi kesadaran diri (self awareness),
pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationshipkills). Proses pengambilan keputusan
seharusnya juga dilakukan dengan kesadaran penuh (mindful) dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada.
5.
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada
masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Nilai-nilai kebajikan yang terkandung di
dalamnya, semakin diperlukan dalam dunia yang semakin beragam; hal ini
berkaitan dengan sekolah sebagai
‘institusi moral’ yang dirancang
untuk membentuk karakter setiap warganya. Sebagai sebuah institusi
moral, sekolah adalah sebuah miniatur
dunia yang berkontribusi terhadap terbangunnya
budaya, nilai-nilai, dan moralitas dalam diri setiap murid. Perilaku
warga sekolah dalam menegakkan penerapan nilai-nilai yang diyakini dan dianggap penting oleh
sekolah, adalah teladan bagi murid. Kepemimpinan kepala sekolah tentunya berperan sangat besar untuk menciptakan
sekolah sebagai institusi moral.
Dalam menjalankan perannya, tentu seorang pemimpin di
sekolah akan menghadapi berbagai
situasi dimana ia harus mengambil suatu keputusan dimana ada nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar,
namun saling bertentangan. kita akan menyadari
bahwa setiap pengambilan keputusan akan merefleksikan integritas sekolah tersebut, nilai-nilai apa yang dijunjung tinggi oleh sekolah
tersebut, dan keputusan-keputusan yang diambil kelak akan menjadi rujukan atau teladan
bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.
6.
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat,
tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan
nyaman.
Dengan
mendasarkan keputusan
kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai- nilai
kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan
yang diambil, maka akan
tercipta sebuah lingkungan yang menyenangkan, aman, nyaman untuk bertumbuh,
serta dapat menjaga dan melindungi setiap murid dari hal-hal yang kurang
bermanfaat, atau bahkan mengganggu perkembangan potensi murid. Dengan demikian,
salah satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana mengambil keputusan
yang tepat yang bisa menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari
warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar, saling bekerja sama
sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik; dari kebiasaan-kebiasaan baik akan
tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga sekolah, dan pada akhirnya
karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya
positif.
7.
Apakah tantangan-tantangan di
lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap
kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma
di lingkungan Anda?
tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika,
yaitu, Ketika harus mengambil keputusan
terhadap kasus saling bersinggungan yang semuanya mengandung nilai-nilai
kebajikan yang tertuang dalam visi dan misi sekolah, yang bertanggung jawab dan berpihak pada
murid. Jika ada dua kasus dilema etika yang sama-sama menyangkut kepentingan
murid, ada nilai-nilai kebajikan
mendasar yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan,
toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. Hal ini sangat berkaitan
dengan perubahan paradigma di lingkungan sekolah Dengan mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai- nilai
kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan
yang diambil,
8.
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita
ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana
kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang
berbeda-beda?
keputusan-keputusan yang diambil seorang pemimpin yang meletakkan kepentingan
murid sebagai yang utama. pengambilan keputusan berperan besar dalam menentukan keberhasilan sekolah karena bisa menyinergikan berbagai elemen di dalamnya. pengambilan keputusan yang berkualitas akan mampu memberdayakan murid-murid yang berkembang secara utuh, baik dalam rasa, karsa dan
ciptanya. Tak dipungkiri, pengambilan keputusan pembelajaran yang tepat merupkan kunci dalam terwujudnya Profil Pelajar Pancasila untuk potensi murid kita yang
berbeda-beda. pengambilan keputusan berdasarkan Standar proses dan
standar penilaian digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran dan
penilaian yang efektif dan efisien sehingga mampu untuk mengembangkan potensi,
prakarsa, kemampuan, dan kemandirian peserta didik secara optimal
9.
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam
mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan
murid-muridnya?
•
pemimpin pembelajaran berupaya untuk mengintegrasikan kehidupan keberlanjutan (sustainable living) pada berbagai kegiatan
pembelajaran dengan
mengintegrasikan nilai-nilai
dan perilaku yang menunjukkan
kepedulian terhadap lingkungan dan
masa depan bumi, misalnya menggunakan sumber daya secara bijak (hemat air, listrik, dll.), mengurangi sampah, dsb.
•
pemimpin pembelajaran memotivasi peserta didik untuk menyadari bahwa masa depan adalah milik mereka dan mereka perlu
mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan mereka.
•
pemimpin pembelajaran melibatkan peserta didik dalam mencari solusi- solusi
permasalahan di keseharian
yang sesuai dengan tahapan belajarnya.
•
pemimpin pembelajaran memanfaatkan projek penguatan
profil pelajar Pancasila untuk membangun karakter dan
kompetensi peserta didik sebagai warga dunia masa depan
10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran
modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
·
Seorang pemimpin hendaknya memahami nilai-nilai kebajikan
yang tertuang dalam visi dan misi sekolah, berkepribadian serta berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan, khususnya
dalam mengambil suatu keputusan, hendaknya
setiap keputusan yang diambil
tersebut selaras dengan nilai-nilai kebajikan yang dijunjung tinggi oleh suatu institusi
tersebut, yaitu bertanggung jawab dan berpihak
pada murid. Tentu seorang pemimpin di sekolah akan menghadapi berbagai situasi dimana ia harus mengambil suatu keputusan
dimana ada nilai-nilai kebajikan
universal yang sama-sama benar, namun saling bertentangan. Situasi seperti ini disebut sebagai sebuah dilema etika. kita perlu mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai- nilai
kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan
yang diambil. Kemudian Mengenali nilai-nilai
yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini,
mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, Mengujian benar atau
salah, Menguji Paradigma Benar lawan Benar berdasarkan 4 paradigma , Melakukan
Prinsip Resolusi berdasarkan 3 prinsip, melakukan investigasi Opsi Trilema,
membuat Keputusan melihat lagi Keputusan dan Refleksikan
·
Keterkaitan modul ini dengan modul lainnya, keterkitan dengan modul 1.1 bahwa keputusan-keputusan
yang diambil seorang pemimpin yang meletakkan kepentingan
murid sebagai yang utama Tugas kita sebagai guru adalah menyediakan lingkungan
belajar yang memungkinkan setiap anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara
maksimal sesuai dengan kodratnya masing-masing, dan memastikan bahwa dalam
prosesnya, anak-anak tersebut merasa selamat dan bahagia, melalui pengambilan
keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin.
·
keterkitan dengan modul 1.2 bahwa Salah satu nilai dan peran guru penggerak adalah menciptakan
pembelajaran yang berpihak kepada murid, Guru Penggerak yang memiliki nilai
ini, akan selalu mengambil suatu keputusan yang mendahulukan muridnya.
·
Keterkitan dengan modul 1.3 bahwa Berkaitan dengan visi guru penggerak
betapa pentingnya pendidik memiliki visi, dan mengembangkan visi untuk
mewujudkan keberpihakan pada murid-murid di sekolah sehingga mereka bertumbuh dengan maksimal.,
untuk mewujudkan visi tersebut salah satu caranya adalah dengan menggambil keputusan
, berdasarkan nilai- nilai kebajikan universal.
·
Keterkitan dengan modul 1.4 bahwa Dengan
mendasarkan
keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai- nilai
kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan
yang diambil, maka akan
tercipta sebuah lingkungan yang menyenangkan, aman, nyaman untuk bertumbuh,
serta dapat menjaga dan melindungi setiap murid dari hal-hal yang kurang
bermanfaat, atau bahkan mengganggu perkembangan potensi murid. Dengan demikian,
salah satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana mengambil keputusan yang
tepat yang bisa menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari warga
sekolah yang saling mendukung, saling belajar, saling bekerja sama sehingga
tercipta kebiasaan-kebiasaan baik; dari kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh
menjadi karakter-karakter baik warga sekolah, dan pada akhirnya
karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya
positif.
· Keterkitan dengan modul 2.1 bahwa Setiap murid yang duduk di kelas kita adalah
individu yang unik dan Dengan keberagaman murid-murid tersebut, maka kita harus menyediakan layanan
pendidikan yang memungkinkan semua murid berpartisifasi aktif dalam pembelajaran secara
efektif sesuai dengan
kebutuhan mereka. Karena
setiap murid memiliki pola belajarnya sendiri yang unik. Oleh karena itu diperlukan
penyesuaian pembelajaran, yang disertai bersikap adil yang tidak
menyamaratakan perlakuan kepada semua murid, yang ditambah dukungan dari komunitas yang lebih besar untuk menciptakan lingkungan belajar
yang mendukung semua murid. Hal
tersebut dilakukan melalui Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di
kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Sehingga semua murid bisa berhasil dan sukses dalam pembelajarannya.
meyakini
bahwa setiap anak adalah unik, maka sebagai pendidik, kita semua juga tentu
harus membuka mata terhadap adanya mengambil
keputusan keberagaman
murid-murid di kelas dengan melakukan dengan pembelajaran berdiferensiasi
·
Keterkitan dengan modul 2.2
bahwa untuk mengambil keputusan
yang bertanggung jawab, diperlukan kompetensi kesadaran diri (self awareness),
pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationshipkills). Proses pengambilan keputusan
seharusnya juga dilakukan dengan kesadaran penuh (mindful) dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada.
· Keterkitan dengan modul 2.3 bahwa pengambilan keputusan sangat berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) karean berlatih membangun komunikasi yang empatik dan
memberdayakan semua stake holder dengan mengambil keputusan dalam membuat perubahan strategis yang mampu
menggerakan komunitas sekolah pada ekosistem. Dalam proses pengambilan keputusan, keterampilan coaching, karena keterampilan ini membekali
seorang guru untuk menjadi coach bagi
dirinya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat
berbagai opsi solusi sehingga dapat mengambil
keputusan dengan baik.
11. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda
pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma
pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar
dugaan?
·
pola, model, atau paradigma yang terjadi pada
situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:
1) Individu
lawan kelompok (individual vs community) Paradigma ini, bisa juga berhubungan dengan konflik antara kepentingan pribadi
lawan kepentingan orang lain, atau kelompok kecil lawan kelompok besar.
2) Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) Kita bisa memilih
untuk berlaku adil dengan memperlakukan hal yang sama bagi semua
orang, atau membuat pengecualian
dengan alasan kemurahan hati dan kasih sayang.
3) Kebenaran
lawan kesetiaan (truth vs loyalty). . Apakah kita akan jujur menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kita akan menjunjung nilai kesetiaan
pada profesi, kelompok
tertentu, atau komitmen
yang telah dibuat
sebelumnya.
4) Jangka
pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) Seringkali kita harus
memilih keputusan yang kelihatannya terbaik untuk saat ini atau yang terbaik
untuk masa yang akan datang.
·
prinsip Pengambilan keputusan
1.
Berpikir Berbasis
Hasil Akhir (End-Based Thinking)
2. Berpikir Berbasis Peraturan
(Rule-Based Thinking)
3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
·
Langkah pengambilan keputusan
1.
Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4. Pengujian benar atau salah
5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
7. Investigasi Opsi Trilema
8. Buat Keputusan
9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan
12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan
keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa
bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Pernah melalui kegiatan identifikasi awal terhadap
unit permasalahan, merumuskan tujuan penyelesaian masalah,
identifikasi berbagai
alternatif solusi, menentukan kriteria pemilihan alternatif solusi, dan menentukan pilihan alternatif solusi sehingga menjadi
kumpulan keputusan atau kebijakan. Bedanya tidak secara detail
menganalisis nilai-nilai yang saling bertentangan, pengujian benar atau salah, Pengujian
Paradigma Benar lawan Benar, Melakukan Prinsip Resolusi,
13. Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan
apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah
mengikuti pembelajaran modul ini?
Sangat berdampak sekali. Sebelum
mempelajari modul ini dalam pengambilan keputusan belum sepenuhnya
mengidentifikasi suatu masalah. Stelah mempelajari modul ini, terdorong untuk berkepribadian
serta berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan dalam pembelajaran,
khususnya dalam mengambil suatu keputusan, hendaknya setiap keputusan yang
diambil tersebut selaras dengan nilai-nilai kebajikan yang dijunjung tinggi
oleh suatu institusi, yaitu bertanggung jawab dan berpihak pada murid. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi
ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, Mengujian benar
atau salah, Menguji Paradigma Benar lawan Benar, Melakukan Prinsip Resolusi,
melakukan investigasi Opsi Trilema, membuat Keputusan melihat lagi Keputusan
dan Refleksikan
14. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang
individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Sangat penting agar bisa menyinergikan berbagai elemen
di dalam institusi dan mampu memberdayakan seluruh sumber daya di
ekosistem sekolahnya hingga dapat bersatu padu menumbuhkan murid-murid yang berkembang secara utuh, baik dalam rasa,
karsa dan ciptanya. memiliki kompetensi dalam pengembangan diri dan orang lain, pengembangan pembelajaran, manajemen
sekolah serta pengembangan sekolah, mengambil
suatu keputusan, khususnya pada kasus-kasus
yang berkaitan dengan nilai-nilai kebajikan atau Etika. , khususnya studi kasus di mana dua kepentingan sama-sama
benar, sama-sama memiliki
nilai-nilai kebajikan.
Selanjutnya keputusan-keputusan yang diambil secara langsung atau tidak,
menentukan arah dan tujuan suatu institusi atau lembaga serta menunjukkan
nilai-nilai atau integritas dari institusi tersebut, yang pada akhirnya
berpengaruh kepada mutu pendidikan yang didapatkan murid-murid Anda sekalian.
